Cara Internet Gratis Dengan Tigers VPN Di Android

Cara Internet Gratis Dengan Tigers VPN Di Android -
Hasil gambar untuk tigers vpn pada android

Cara Internet Gratis Menggunakan Vortex VPN Di Android

Cara Internet Gratis Menggunakan Vortex VPN Di Android 


TEKS EKPLANASI BESERTA (STRUKTURNYA)

TEKS EKPLANASI BESERTA (STRUKTURNYA)

Angin Topan
Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.Mengapa dan bagaimana angin topan itu bisa terjadi?  
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, yang berakibat akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut. Setiap kali memasuki musim panas, datang angin topan yang menyebabkan pohon-pohon tumbang serta ombak menghancurkan rumah-rumah. Yang paling parah angin topan mampu membuat mobil-mobil bertebangan. Mengapa angin topan yang mengerikan itu bisa terjadi?
Angin topan terjadi di laut di sekitar daerah katulistiwa, kira-kira pada 5 º LU. Di sana suhu air laut sangat hangat sampai melebihi 27 º C. Jika suhunya memanas, udara akan mengalir naik ke atas. Karena udara banyak naik, maka tekanan udara di atas tinggi dan tekanan udara di bawah rendah. Udara yang naik lama-kelamaan mendingin, lalu turun, sementara udara yang menghangat naik ke atas. Proses naik turunya udara dingin dan hangat ini terjadi berulang-ulang, dan tekanan uap yang membawa energi sangat besar dan suhu udara menjadi sangat rendah, sehingga menghasilkan gumpalan udara yang berputar yang sangat membahayakan. Gumpalan udara inilah yang disebut angin topan.  





Struktur  teks eksplanasi Angin Topan :
Peryataan Umum
Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam. Mengapa dan bagaimana angin topan itu bisa terjadi?  
Sebab Akibat I
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, yang berakibat akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut. Setiap kali memasuki musim panas, datang angin topan yang menyebabkan pohon-pohon tumbang serta ombak menghancurkan rumah-rumah. Yang paling parah angin topan mampu membuat mobil-mobil bertebangan. Mengapa angin topan yang mengerikan itu bisa terjadi?
Sebab akibat II
Angin topan terjadi di laut di sekitar daerah katulistiwa, kira-kira pada 5 º LU. Di sana suhu air laut sangat hangat sampai melebihi 27 º C. Jika suhunya memanas, udara akan mengalir naik ke atas. Karena udara banyak naik, maka tekanan udara di atas tinggi dan tekanan udara di bawah rendah. Udara yang naik lama-kelamaan mendingin, lalu turun, sementara udara yang menghangat naik ke atas. Proses naik turunya udara dingin dan hangat ini terjadi berulang-ulang, dan tekanan uap yang membawa energi sangat besar dan suhu udara menjadi sangat rendah, sehingga menghasilkan gumpalan udara yang berputar yang sangat membahayakan. Gumpalan udara inilah yang disebut angin topan.  




10 kata istilah sulit dalam teks eksplanasi, makna dan kalimatnya
a)      Tropiswilayah (sekitar khatulistiwa), beriklim panas,.
Kalimat : Indonesia adalah negara yang beriklim tropis.
b)      Radiussetengah garis
Kalimat : Warga sekitar  pusat bencana menyelamatkan diri sejauh radius 10 km.
c)      Kencang : tegang, tidak kendur.
Kalimat : Angin kencang menerjang wilayah DKI Jakarta.
d)     Ekstrem : paling keras, tajam, palig ujung
Kalimat : Daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.
e)      Khatulistiwalintang derajat 0, daerah hawa panas, garis khayal keliling
Kalimat : Daerah yang berdekatan dengan khatulistiwa tidak menjadi pusat angin topan.
f)       Energi : kemampuan untuk melaksanakan kerja, daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan.
Kalimat : Daerah yang memiliki energi matahari lebih panas udara juga akan menjadi lebih panas.
g)      Gumpalanbungkah, kepal.
Kalimat : Angin topan berbentuk gumpalan udara.
h)      Tumbangrebah batang kayu yang besar, jatuh dsb.
Kalimat : Pohon-pohon tumbang akibat tiupan angin topan.
i)        Musim : waktu yang tentu yang bertalian dengan keadaan cuaca.
Kalimat : Di Indonesia mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
j)        Ombak : gelombang air yang diakibatkan oleh angin.
Kalimat :Pohon -pohon tumbang serta ombak menghancurkan rumah-rumah.










Konjungsi
ü  Adalah
ü  Atau
ü  Yang
ü  Dan
ü  Karena
ü  Pada
ü  Sehingga

Kata kerja material dan relasional beserta contoh kalimatnya
a.       Diterima
Kalimat : Besarnya energi panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi.
b.      Memasuki
Kalimat : Setiap memasuki musim panas, datang angin topan yang memyebabkan pohon-pohon tumbang serta ombak menghancurkan rumah-rumah.
c.       Menyebabkan
      Kalimat : Angin topan menyebabkan pohon-pohon tumbang.
d.      Menghancurkan
Kalimat : Angin topan menghancurkan rumah-rumah warga sekitar.
e.       Membuat
Kalimat : Kejadian angin topan membuat kerugian besar bagi warga.
f.       Melebihi
Kalimat : Suhu air laut sangat hangat sampai melebihi 270 C.
g.      Membawa
Kalimat : Tekanan uap yang membawa energi sangat besar dan suhu udara menjadi sangat rendah.
h.      Membahayakan
Kalimat : Gumpalan angin topan yang berputar sangat membahayakan.






Kalimat Klausa Kompleks dan Klausa Simpleks
A.    Klausa Kompleks :
1.      topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.
2.      Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah.
3.      Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah.
4.      Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, yang berakibat akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.                                                                                                                      
Proses naik turunya udara dingin dan hangat ini terjadi berulang-ulang, dan tekanan uap yang membawa energi sangat besar dan suhu udara menjadi sangat rendah, sehingga menghasilkan gumpalan udara yang berputar yang sangat membahayakan.
B.     Klausa Simpleks :
1.      Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.
2.      Paling parah angin topan mampu membuat mobil-mobil bertebangan.
3.      Angin topan terjadi di laut di sekitar daerah katulistiwa.
4.      Di sana suhu air laut sangat hangat sampai melebihi 27 º C.
5.      Jika suhunya memanas, udara akan mengalir naik ke atas.

Ringkasan Teks Eksplanasi
            Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain .
Membuat Teks Eksplanasi Angin Topan
Angin Topan
 Angin topan adalah angin yang sering terjadi diwilayah tropis, kecuali di daerah-daerah yang berdekatan dengan khatulistiwa. Kecepatan angin topan bisa mencapai 120 km/jam. Angin paling kencang terjadi didaerah tropis. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.
Penyebab terjadinya angin topan adalah perbedaan tekanan dalam suatu cuaca. Di radius ratusan kilometer disekitar daerah sistem tekanan udara yang tendah yang ekstrim dengan kecepatan sekitar 20 km/jam.
Angin topan terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau berbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Perbedaan suhu yang panas dan suhu yang dingin mengakibatkan angin topan terjadi.
Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energy panas, yang berakibat akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut. Angin topan berkekuatan sangat kuat dapat menerbangkan mobil-mobil, merusak infra struktur dan masih banyak dampak yang ditimbulkan karena bencana tanah longsor.
Udara yang naik lama-kelamaan mendingin, lalu turun, sementara udara yang menghangat naik ke atas. Proses naik turun udara mengakibatkan terjadi berulang-ulang, dan tekanan uap yang membawa energy sangat besar dan suhu menjadi sangat rendah. Sehingga mennghasilkan gumpalan, gumpalan inilah yang disebut angin topan.










Banjir
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Dalam pengertian yang luas, banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah.
Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Alur-alur sungai ini di mulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan, gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke laut.
Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu , tengah, dan hilir . Di daerah hulu yang biasanya terdapat di daerah pegunungan, gunung atau perbukitan. Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf “V”. Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi. Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.
Di daerah tengah, umumnya merupakan daerah kaki pegunungan, kaki gunung, atau kaki bukit. Alur sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf “U”. Tebing sungai tinggi. Terjadi erosi pada arah horizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran butir kasar. Bila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing sungai dan keluar dari alur sungai.
Di daerah hilir, umumnya merupakan daerah dataran. Alur sungai lebar dan bisa sangat lebar dengan tebing sungai yang relatif sangat rendah dibandingkan lebar alur. Alur sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf “S” yang dikenal sebagai “meander”. Di kiri dan kanan alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh air sungai yang meluap, sehingga dikenal sebagai “dataran banjir”.



Di segmen ini terjadi pengendapan di kiri dan kanan alur sungai pada saat banjir yang menghasilkan dataran banjir. Terjadi erosi horizontal yang mengerosi endapan sungai itu sendiri yang diendapkan sebelumnya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan sungai. Akibatnya, mampu merendam dan merusak  jalan raya, jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, dan kanal. Kerugian dari segi harta dan jiwa manusia merupakan dampak lain dari terjadinya banjir.
Sumber teks eksplanasi Banjir :

Struktur teks eksplanasi Banjir
Pernyataan Umum
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Dalam pengertian yang luas, banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah.
Sebab Akibat I :
Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Alur-alur sungai ini di mulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan, gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke laut.
Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu , tengah, dan hilir . Di daerah hulu yang biasanya terdapat di daerah pegunungan, gunung atau perbukitan. Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf “V”. Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi.



Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.
Di daerah tengah, umumnya merupakan daerah kaki pegunungan, kaki gunung, atau kaki bukit. Alur sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf “U”. Tebing sungai tinggi. Terjadi erosi pada arah horizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran butir kasar. Bila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing sungai dan keluar dari alur sungai. Di daerah hilir, umumnya merupakan daerah dataran. Alur sungai lebar dan bisa sangat lebar dengan tebing sungai yang relatif sangat rendah dibandingkan lebar alur. Alur sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf “S” yang dikenal sebagai “meander”. Di kiri dan kanan alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh air sungai yang meluap, sehingga dikenal sebagai “dataran banjir”. Di segmen ini terjadi pengendapan di kiri dan kanan alur sungai pada saat banjir yang menghasilkan dataran banjir. Terjadi erosi horizontal yang mengerosi endapan sungai itu sendiri yang diendapkan sebelumnya.
Sebab Akibat II :
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan sungai. Akibatnya, mampu merendam dan merusak  jalan raya, jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, dan kanal. Kerugian dari segi harta dan jiwa manusia merupakan dampak lain dari terjadinya banjir.
10 kata istilah sulit dalam teks eksplanasi, makna dan kalimatnya
a)      Fenomena : hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta bernilai secara ilmian.
Kalimat : Banjir adalah salah satu fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia.
b)      Hidrologi :ilmu tentang air di bawah tanah.
Kalimat : Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan.
c)      Definisi : batasan, ketentuan, kesimpulan singkat ringkas.
Kalimat : Banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air disuatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
d)     Hujan : titik-titik air yang berjatuhan dari udara.
Kalimat : Air hujan sampai dipermukaan bumi dan mengalir dipermukaan bumi..
e)      Hulu : kepala, bagian atas, uduk, ujung, permukaan.
Kalimat : Segmen aliran sungai ada 3 daerah yang pertama adalah hulu.
f)       Hilir : berlayar turun dibagian sungai sebelah bawah, berjalan turun.
Kalimat : Bagian aliran sungai yang paling akhir adalah hilir.
g)      Lembah : tambah yang rendah, dikanan kiri sungai, dikaki gunung, dsb.
Kalimat: Lembah sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf “V”.
h)      Endapan : turun ke dasar.
Kalimat : Dasar alur sungai melebar dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran bulat kasar.
i)        Kawasan : lingkungan, daerah, wilayah yang dihuni.
Kalimat Kawasan Jabodetabek sering terkena banjir yang berkepanjangan.
j)        Relatif : nisbi, tidak mutlak.
Kalimat : air sungai relatife sedikit.
Konjungsi
ü  Yang
ü  Sehingga
ü  Dan
ü  Yaitu
ü   Adalah
Kata kerja material dan relasional beserta contoh kalimatnya
a.       Dialiri
Kalimat : Suatu kawasan yang dialiri oleh aliran sungai disebut banjir.
b.      Didefinisikan
Kalimat : secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air dikawasan luas.
c.       Menutupi
Kalimat : banjir disuatu kawasan luas dapat menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
d.      Diartikan
Kalmiat : banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi.
e.       Melihat
Kalimat : kita dapat melihat volume air yang mengalir dipermukaan bumi.


f.       Membentuk
Kalimat : air yang menguap ke udara membentuk titik-titik air yang lama kelamaan menjadi hujan.
g.      Melewati
Kalimat : banjir terjadi karena adanya aliran sungai yang meluap kemudian keluarmelewati selokan yang banyak sampah.
h.      Menghasilkan
Kalimat : Banjir dapat menghasilkan kerugian yang sangat tinggi bagi masyarakat.
i.        Disimpulkan
Kalimat : dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebih merendam daratan.
j.        Merendam
Kalimat : Banjir di Jakarta bulan lalu banyak merendam rumah-rumah warga.

Kalimat Klausa Kompleks dan Simpleks
A.    Klausa Kompleks :
1.      Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai.
2.      Dalam pengertian yang luas, banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan bumi yang bergerak ke laut.
3.      Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai.
4.      Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut.
5.      Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.

B.     Klausa Simpleks :
1.      Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
2.      Alur-alur sungai ini di mulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan.
3.       Di daerah hulu yang biasanya terdapat di daerah pegunungan.
4.      Air sungai relative sedikit.
5.      Tebing sungai sangat tinggi.
Ringkasan Teks Eksplanasi Banjir
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Dalam pengertian yang luas, banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah.
Air hujan sampai di permukaan Bumi dan mengalir di permukaan Bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu , tengah, dan hilir . Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar (bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut.
Di daerah tengah, umumnya merupakan daerah kaki pegunungan, kaki gunung, atau kaki bukit. Alur sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf “U”. Tebing sungai tinggi. Terjadi erosi pada arah horizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran butir kasar. Bila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing sungai dan keluar dari alur sungai.
Alur sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf “S” yang dikenal sebagai “meander”. Di kiri dan kanan alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh air sungai yang meluap, sehingga dikenal sebagai “dataran banjir”. Di segmen ini terjadi pengendapan di kiri dan kanan alur sungai pada saat banjir yang menghasilkan dataran banjir. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.



Membuat Teks Eksplanasi Banjir
Banjir
Penyebab aliran banjir adalah erosi da sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiologi/ geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang.
Selain faktor alam banjir juga disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak sadar akan timbulnya kerusakan alam diantaranaya adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah kesungai-sungai, kawasan padat penduduk dikawasan sungai.
Di Indonesia banyak daerah yang sering terendam banjir diantaranya di kota-kota besar yaitu Jakarta dan Semarang. Dikarenakan tataguna lahan yang berubah dan sistem drainase yang buruk, banyaknya sampah yang menyumbat aliran sungai sehingga memperlambat jalannya air sungai masuk kedalam sungai.
Ada banyak dampak negatif  yang ditimbulkan akibat bencana banjir. Diantaranya merusak rumah korban banjir dan lahan perjanian warga korban banjir, menimbulkan banyaknya penyakit kulit, diare, dan masih banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari bencana banjir.
Secara sederhana, segmen aliran sungai dapat di bedakan menjadi daerah hulu, tengah dan hilir. Daerah hulu adalah bagian paling atas atau kawasan pegunungan, perbukitan atau gunung. Sedangkan daerah tengah umumnya berada dibagian kaki gunung atau kaki bukit. Dan yang paling bawah bagian hilir yaitu bagian paling bawah umumnya adalah daerah daratan.









Gunung Meletus
Gunung meletus adalah gunung yang memuntahkan materi-materi dari dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya. Gunung meletus biasanya bisa diprediksi waktunya sehingga korban jiwa dan harta benda bisa diminimalisir.
Berbagai Tipe Gunung Berapi
      a)      Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
      b)      Gunung berapi perisai (shield volcano)
      c)      Gunung berapi maar
Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain :
      a)      Suhu di sekitar gunung naik.
b)      Mata air menjadi kering
      c)      Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
      d)     Tumbuhan di sekitar gunung layu
      e)      Binatang di sekitar gunung bermigrasi
                        Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bisa mempengaruhi putaran iklim di bumi ini. Hasil letusan gunung berapi berupa: 
·                     Gas Vulkanik
·                     Lava dan Aliran Pasir serta Batu Panas
·                     Lahar
·                     Abu Letusan
·                     Awan Panas (Piroklastik)
gunung berapi terdiri atas beberapa struktur yaitu,kawah,kaldera,rekahan dan graben serta depresi volcano-tectonik. kawah merupakan bentuk morfologi negatif atau depresi akibat kegitan suatu gunung berapi . kawah berbentuk relatif bundar. kaldera berbentuk menyerupai kawah ,tetapi garis tengahnya lebih dari 2 kilo meter.



Kaldera terdiri atas kaldera letusan ,runtuhan, resurgent, dan erosi.rekahan dan graben  merupakan retakan -retakan atau patahan pada tubuh gunung berapi yang memanjang hingga puluhan kilometer dan dalamnya ribuan meter. 
Sumber teks Gunung Meletus :


Struktur  teks eksplanasi Gunung Meletus
Peryataan Umum
Gunung meletus adalah gunung yang memuntahkan materi-materi dari dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya. Gunung meletus biasanya bisa diprediksi waktunya sehingga korban jiwa dan harta benda bisa diminimalisir.
Berbagai Tipe Gunung Berapi
      a)      Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
      b)      Gunung berapi perisai (shield volcano)
      c)      Gunung berapi maar
Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain :
      a)      Suhu di sekitar gunung naik.
b)      Mata air menjadi kering
      c)      Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
      d)     Tumbuhan di sekitar gunung layu
      e)      Binatang di sekitar gunung bermigrasi
Sebab akibat I
Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bisa mempengaruhi putaran iklim di bumi ini. Hasil letusan gunung berapi berupa: 
·                     Gas Vulkanik
·                     Lava dan Aliran Pasir serta Batu Panas
·                     Lahar
·                     Abu Letusan
·                     Awan Panas (Piroklastik)
Sebab akibat II
Gunung berapi terdiri atas beberapa struktur yaitu,kawah,kaldera,rekahan dan graben serta depresi volcano-tectonik. kawah merupakan bentuk morfologi negatif atau depresi akibat kegitan suatu gunung berapi . kawah berbentuk relatif bundar. kaldera berbentuk menyerupai kawah ,tetapi garis tengahnya lebih dari 2 kilo meter .kaldera terdiri atas kaldera letusan ,runtuhan, resurgent, dan erosi.rekahan dan graben  merupakan retakan -retakan atau patahan pada tubuh gunung berapi yang memanjang hingga puluhan kilometer dan dalamnya ribuan meter.

10 kata istilah sulit dalam teks eksplanasi, makna dan kalimatnya :
a)      Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi.
Kalimat : gunung meletus bisanya mengeluarkan gas vulkanik dari dalam gunung berapi yang didorong keluar pe permukaan bumi.
b)      Meletus : terbit atau timbul revolusi, percekcokan besar, pemberontakan besar.
Kalimat : Gunung merapi meletus ± 4 tahun sekali, memiliki siklus letusan lebih cepat dari pada gunung berapi lain.
c)      Lava adalah cairan magma yang bersuhu tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi.
Kalimat : Lava dapat membanjiri daerah sampai sejauh 90 km.
d)     Lahar adalah banjir Bandang di lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah.
Kalimat : Lahar dari lereng gunung berapi bisa membanjiri daerah permukaan bumi.
e)      Abu letusan gunung berapi adalah material yang sangat halus.
Kalimat : Abu letusan gunung berapi dapat membahayakan kesehatan warga yang tinggal disekitar gunung berapi.
f)       Magma adalah lelehan batuan pada kerak bumi yang sangat panas.
Kalimat : Magma dapat keluar dari gunung berapi  karena didorong oleh gas yang bertekanan tinggi



g)      Aliran : suatu yang mengalir (tentang hawa, air, listrik, dean sebagainya.
Kalmiat : Aliran lahar gunung berapi telah meluap di permukaan bumi.
h)      Kawah adalah bagian puncak gunung berpi yang dilewati bahan letusan berbentuk lekukkan besar.
Kalimat : Peningkatan kegempaan vulkanik suhu kawah dan peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung
i)        Kaldera adalah kawah gunung berapi yg sangat besar, terjadi karena peledakan atau runtuhnya bagian puncak gunung berapi.
Kalimat : Gunung berapi terdiri atas beberapa struktur yaitu, kawah , Kaldera, rekahan , dan graben serta depresi volcano-tectonik.
j)        Eropsi : geo letusan gunung api, geo semburan sumber uap dan uap panas.
Kalimat : Eropsi yang terjadi akibat letusan gunung api juga menimbulkan dampak positif bagi manusia.

Konjungsi
ü  Adalah
ü  Dan
ü  Sehingga
ü  Yang
ü  Atau

Verba dan contoh kalimatnya
a.       Diprediksi
Kalimat :Gunung meletus bisa diprediksi dengan beberapa tanda.
b.      Diminimalisir
Kalimat :  Korban jiwa dan harta benda warga dapat diminimalisirkan setelah terprediksi waktunya.
c.       Melalui
Kalimat : Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda.
d.      Mengeluarkan
Kalimat : Tanda-tanda gunung meletus biasanya sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa).
e.       Membawa
Kalimat : Letusan gunung berapi yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km.
f.       Mebanjiri
Kalimat : Lava gunung berapi bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km.
g.      Menimbulkan
Kalmiat : Letusan gunung berapi bisa menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda berharga milik warga.
h.      Mempengaruhi
Kalimat : Letusan gunung berapi dapat mempengaruhi putaran iklim di bumu ini.
i.        Menyerupai
Kalimat : Kaldera berbentuk menyerupai kawah ,tetapi garis tengahnya lebih dari 2 kilo meter

Kalimat Klausa kompleks dan klausa simpleks
A.    Klausa Kompleks :
1.      Gunung meletus adalah gunung yang memuntahkan materi-materi dari dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya.
2.      Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
3.      Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km.
4.      Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bisa mempengaruhi putaran iklim di bumi ini.
5.      gunung berapi terdiri atas beberapa struktur yaitu,kawah,kaldera,rekahan dan graben serta depresi volcano-tectonik. kawah merupakan bentuk morfologi negatif atau depresi akibat kegitan suatu gunung berapi.

B.     Klausa Simpleks :
1.      Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi terbentuk.
2.      Sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km.
3.      Gunung berapi terdiri atas beberapa struktur.
4.      Kawah berbentuk relatif bundar.
5.      Kaldera berbentuk menyerupai kawah ,tetapi garis tengahnya lebih dari 2 kilo meter.

Ringkasan Teks Eksplanasi Gunung Meletus
Gunung meletus adalah gunung yang memuntahkan materi-materi dari dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya.
Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bias mempengaruhi putaran iklim di bumi ini.
gunung berapi terdiri atas beberapa struktur yaitu,kawah,kaldera,rekahan dan graben serta depresi volcano-tectonik. kawah merupakan bentuk morfologi negatif atau depresi akibat kegitan suatu gunung berapi . kawah berbentuk relatif bundar. kaldera berbentuk menyerupai kawah ,tetapi garis tengahnya lebih dari 2 kilo meter .kaldera terdiri atas kaldera letusan ,runtuhan, resurgent, dan erosi.rekahan dan graben  merupakan retakan -retakan atau patahan pada tubuh gunung berapi yang memanjang hingga puluhan kilometer dan dalamnya ribuan meter. 

Membuat Teks Eksplanasi Gunung Meletus
Gunung Meletus
Gunung meletus adalah peristiwa alam yang terjadi karena endapan magma didalam perut yang didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi. Letusan gunung berapi ini dapat menimbulkan abu dan bau yang menyembur dengan sangat keras dan menimbulkan dampak sejauh 18 km bahkan dapat lebih jauh. Akibat ledakan gunung berapi ini dapat menyebabkan gas vulkanik, lava, dan aliran pasir serta batu panas, lahar, tanah longsor, gempa bumi, abu letusan dan awan panas.
Saat gunung akan meletus, gunung mempunyai tanda-tanda yang dapat diketahui oleh penduduk sekitar. Tanda-tanda yang biasanya terlihat adalah suhu atau kawasan pegunungan sulit untuk di deteksi, hewan atau ternak dari pegunungan turun kepemukiman masyarakat, wilayah pegunungan rentan dengan bencana seperti : longsor, air surut secara derastis



Banyak faktor penyebab terjadinya gunung meletus diantaranya peningkatan kegempaan vulkanik, peningkatan pada suhu kawah, meningkatnya gelombang magnet dan listrik,lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magnet diperut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktifitas gedogis, vulkanik, dan tektonik dan masih banyak lagi faktor-faktor penyebab terjadinya gunung meletus.
Adapun dampak positif yang ditimbulkan setelah terjadinya bencana gunung meletus diantaranya adalah lahan pertanian yang memiliki kesuburan tanah yang dapat bermanfaat bagi para petani untuk beberapa tahun kedepan, selain petani yang mendapatkan keuntungan dari bencana gunung meletus,dan masih banyak dampak positif yang ditimbulkan oleh bencana gunung meletus.
Selain dampak positif gunung meletus juga menimbulkan dampak negatif yaitu hutan digunung menjadi gundul karena kebakaran hutan, merusak rumah, pemukiman, lahan pertanian yang mengakibatkan para petani gagal panan, dan matinya infrastruktur dan masih banyak lagi dampak negative yang ditimbulkan.
















Kekeringan
Kekeringan merupakan fenomena hidrologi yang paling kompleks, perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim, tata guna lahan, norma pemakaian air. Kompleksitas bertambah karena diketahui kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak. Kekeringan datang tidak tiba-tiba seperti banjir atau gempa bumi , tetapi timbul perlahan-lahan sehingga sangat mudah diabaikan. Tidak bisa diketahui secara pasti awal dan kapan bencana ini berakhir, tetapi semua baru sadar setelah berada di periode tengahnya.
            Kekeringan diklarifikasikan menjadi dua: kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Kekeringan alamiah terjadi akibat tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas, pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal. Kekeringan antropogenik adalah kekeringan yang disebabkan oleh ketidakpatuhan pada aturan. Kekeringan atropogenik terjadi karena kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akibat ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakkan kawasan tangkapan air, sumber air akibat perbuatan manusia.
            Kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscilation). El-Nino adalah kondisi abnormal iklim yang mengakibatkan kemarau panjang. Pengaruh El-Nino lebih kuat pada musim kemarau dibandingkan pada musim hujan. Pengaruh El-Nino pada keragaman hujan memiliki beberapa pola, yakni akhir musim kemarau mundur dari normal, awal masuk musim hujan mundur dari normal curah hujan musim kemarau turun tajam jika dibandingkan dengan normal, deret hari kering makin panjang, khususnya di daerah Indonesia bagian timur.
            Semakin meningkatnya jumlah luas lahan pertanian yang diubah menjadi pemukiman dapat mengakibatkan semakin menurunnya jumlah air resapan. Hal ini mengakibatkan aliran permukaan meningkat. Peningkatan ini menyebabkan air yang seharusnya tertampung di dalam tanah menjadi terbawa aliran permukaan sehingga terjadi kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah. Penggunaan air yang berlebihan pada waktu musim tanam di lahan pertanian pada industri .
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kekeringan adalah peristiwa yang terjadi ketika tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim. Kekeringan diklarifikasikan menjadi dua yaitu kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Akibatnya, tanaman di lahan pertanian menjadi mati  apabila kebutuhan air tidak tercukupi, para petani mengalami kerugian,dan kelaparan yang melanda para warga karena gagal panen tersebut. Kerugian dari segi jiwa manusia merupakan dampak lain dari terjadinya kekeringan.

Struktur teks eksplanasi Kekeringan
Pernyataan Umum
Kekeringan merupakan fenomena hidrologi yang paling kompleks, perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim, tata guna lahan, norma pemakaian air. Kompleksitas bertambah karena diketahui kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak. Kekeringan datang tidak tiba-tiba seperti banjir atau gempa bumi , tetapi timbul perlahan-lahan sehingga sangat mudah diabaikan. Tidak bisa diketahui secara pasti awal dan kapan bencana ini berakhir, tetapi semua baru sadar setelah berada di periode tengahnya.
Sebab Akibat I
Kekeringan diklarifikasikan menjadi dua: kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Kekeringan alamiah terjadi akibat tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas, pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal. Kekeringan antropogenik adalah kekeringan yang disebabkan oleh ketidakpatuhan pada aturan. Kekeringan atropogenik terjadi karena kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akibat ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakkan kawasan tangkapan air, sumber air akibat perbuatan manusia.
            Kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscilation). El-Nino adalah kondisi abnormal iklim yang mengakibatkan kemarau panjang. Pengaruh El-Nino lebih kuat pada musim kemarau dibandingkan pada musim hujan. Pengaruh El-Nino pada keragaman hujan memiliki beberapa pola, yakni akhir musim kemarau mundur dari normal, awal masuk musim hujan mundur dari normal curah hujan musim kemarau turun tajam jika dibandingkan dengan normal, deret hari kering makin panjang, khususnya di daerah Indonesia bagian timur.
            Semakin meningkatnya jumlah luas lahan pertanian yang diubah menjadi pemukiman dapat mengakibatkan semakin menurunnya jumlah air resapan. Hal ini mengakibatkan aliran permukaan meningkat. Peningkatan ini menyebabkan air yang seharusnya tertampung di dalam tanah menjadi terbawa aliran permukaan sehingga terjadi kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah. Penggunaan air yang berlebihan pada waktu musim tanam di lahan pertanian pada industri dan pada rumah tangga menyebabkan menurunnya jumlah air pada waktu musim kemarau.
Sebab Akibat II
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kekeringan adalah peristiwa yang terjadi ketika tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim. Kekeringan diklarifikasikan menjadi dua yaitu kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Akibatnya, tanaman di lahan pertanian menjadi mati  apabila kebutuhan air tidak tercukupi, para petani mengalami kerugian,dan kelaparan yang melanda para warga karena gagal panen tersebut. Kerugian dari segi jiwa manusia merupakan dampak lain dari terjadinya kekeringan.
10 kata istilah sulit dalam teks eksplanasi, makna dan kalimatnya
1.      Fenomena : hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta bernilai secara ilmian.
Kalimat : Banjir adalah salah satu fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia.
2.      Hidrologi :ilmu tentang air di bawah tanah.
Kalimat : Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan.
3.      Iklim : keadaan hawa/ suhu pada suatu daerah.
Kalimat : Perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim
4.      Kompleksitas : kerumitan atau keruwetan sesuatu.
Kalimat : Kompleksitas bertambah karena diketahui kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak.
5.      Merangkak : sesuatu yang bergerak lamban tidak pesat kemajuannya.
Kalimat : kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak.
6.      Alamiah : suatu benda atau peristiwa yang alami.
Kalimat : kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik.
7.      Antropogenik : sumber pencemaran yang tidak alami karena ada pengaruh atau campur tangan manusia.
Kalimat : kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik.
8.      Periode : kurun waktu atau lingkaran waktu suatu peristiwa.
Kalimat : kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas.
9.      Komoditi : sesuatu yang berupa barang yang dapat dimanfaatkan atau benda niaga.
Kalimat : pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal.
10.  Kondisi : persyaratan atau keadaan baik atau lancar perjalanan ekonomi seseorang.
Kalimat : El-Nino adalah kondisi abnormal iklim yang mengakibatkan kemarau panjang.
Konjungsi
ü  Yang
ü  Sehingga
ü  Dan
ü  Karena
ü  Akibat
ü   Adalah

Kata kerja material dan relasional beserta contoh kalimatnya
11.  Penambahan
Kalimat : Kekeringan merupakan fenomena hidrologi yang paling kompleks, perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim.


12.  Pemakaian
Kalimat : Perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim, tata guna lahan, norma pemakaian air.
13.  Meningkat
Kalimat : Hal ini mengakibatkan aliran permukaan meningkat.
14.  Tertampung
Kalimat : Peningkatan ini menyebabkan air yang seharusnya tertampung di dalam tanah menjadi terbawa aliran permukaan sehingga terjadi   kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah
15.  Menurunnya
Kalimat : Semakin meningkatnya jumlah luas lahan pertanian yang diubah menjadi pemukiman dapat mengakibatkan semakin menurunnya jumlah air resapan.
16.  Bertambah
Kalimat : Kompleksitas bertambah karena diketahui kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak.
17.  Berjalan
Kalimat : Kompleksitas bertambah karena diketahui kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak.
18.  Dibandingkan
Kalimat : Pengaruh El-Nino lebih kuat pada musim kemarau dibandingkan pada musim hujan.
Kalimat Klausa Kompleks dan Simpleks
C.     Klausa Kompleks :
1.      Warga di desa tersebut sudah sejak Juli lalu mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
2.      Air untuk kebutuhan tanaman pun tidak ada sehingga terpaksa mereka biarkan tanaman itu mati kekeringan.
3.      Pihak PMI Kabupaten Malang memberikan bantuan air minum secara langsung dengan mendatangi warga setempat.
4.      Namun, imbauan petugas PMI itu tidak digubris . Warga malah berebut menaruh jeriken di depan tangki agar lebih dulu mendapatkan air.
5.      Di desa ini sama sekali tak ada air. Total KK (kepala keluarga, red) yang krisis air sebanyak 350 KK.

D.    Klausa Simplek :
1.      Ratusan warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur antre dalam pembagian air minum yang diberikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
2.      Warga di desa tersebut sudah sejak Juli lalu mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
3.      Warga malah berebut menaruh jeriken di depan tangki agar lebih dulu mendapatkan air.
4.      Pemerintah Kabupaten Malang terus memberikan bantuan air minum untuk warga di Desa Wonorejo.
5.      Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, air yang didistribusikan ke Desa Wonorejo sebanyak 10.000 Liter.
Ringkasan Teks Eksplanasi Kekeringan
Kekeringan adalah fenomena hidrologi yang datang secara tidak tiba-tiba, karena kekeringan timbul perlahan-lahan sehingga sangat mudah diabaikan oleh masyarakat. Penyebab utama kekeringan adalah tingkat curah hujan dibawah normal dalam satu musim dan kebutuhan air lebih besar dari pada pasokan airnya.
Kekeringan dapat diklarifikasikan menjadi dua yaitu kekringan alamiah dan kekeringan antropogenik, kekeringan alamiah terjadi akibat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, dan pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal. Sedangkan kekeringan atropogenik terjadi karena kebutuhan air lebih besar dari pasok yang direncanakan.
Kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO. El-Nino adalah kondisi abnormal iklim yang mengakibatkan kemarau panjang, pengaruh El-Nino pada keragaman hujan memiliki beberapa pola yakni musim kemarau mundur dari normal dan pola lainnya. Daerah yang sering terjadi El-Nino adalah daerah Indonesia bagian timur.
Tata guna lahan pada saat kekeringan, meningkatkan jumlah luas lahan pertanian yang diubah menjadi pemukiman dan dapat mengakibatkan menurunnya jumlah air resapan. Sedangkan norma pemakaian air oleh manusia yang berlebihan menggunakan air pada waktu musim tanam di pertanian pada industri dan pada rumah tangga.



Membuat Teks Eksplanasi kekeringan
Kekeringan merupakan fenomena hidrologi yang paling kompleks, perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim, tata guna lahan, norma pemakaian air. Kompleksitas bertambah karena diketahui kekeringan merupakan bencana dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai bencana merangkak. Kekeringan datang tidak tiba-tiba seperti banjir atau gempa bumi , tetapi timbul perlahan-lahan sehingga sangat mudah diabaikan. Tidak bisa diketahui secara pasti awal dan kapan bencana ini berakhir, tetapi semua baru sadar setelah berada di periode tengahnya.
Kekeringan diklarifikasikan menjadi dua: kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Kekeringan alamiah terjadi akibat tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas, pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal. Kekeringan antropogenik adalah kekeringan yang disebabkan oleh ketidakpatuhan pada aturan. Kekeringan atropogenik terjadi karena kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akibat ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakkan kawasan tangkapan air, sumber air akibat perbuatan manusia.
Kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscilation). El-Nino adalah kondisi abnormal iklim yang mengakibatkan kemarau panjang. Pengaruh El-Nino lebih kuat pada musim kemarau dibandingkan pada musim hujan. Pengaruh El-Nino pada keragaman hujan memiliki beberapa pola, yakni akhir musim kemarau mundur dari normal, awal masuk musim hujan mundur dari normal curah hujan musim kemarau turun tajam jika dibandingkan dengan normal, deret hari kering makin panjang, khususnya di daerah Indonesia bagian timur.
Semakin meningkatnya jumlah luas lahan pertanian yang diubah menjadi pemukiman dapat mengakibatkan semakin menurunnya jumlah air resapan. Hal ini mengakibatkan aliran permukaan meningkat. Peningkatan ini menyebabkan air yang seharusnya tertampung di dalam tanah menjadi terbawa aliran permukaan sehingga terjadi kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah. Penggunaan air yang berlebihan pada waktu musim tanam di lahan pertanian pada industri dan pada rumah tangga menyebabkan menurunnya jumlah air pada waktu musim kemarau.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kekeringan adalah peristiwa yang terjadi ketika tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim. Kekeringan diklarifikasikan menjadi dua yaitu kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Akibatnya, tanaman di lahan pertanian menjadi mati  apabila kebutuhan air tidak tercukupi, para petani mengalami kerugian,dan kelaparan yang melanda para warga karena gagal panen tersebut. Kerugian dari segi jiwa manusia merupakan dampak lain dari terjadinya kekeringan.






















Tanah Longsor
Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan/  tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor atau amblas secara garis besar bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya material tersebut. 
Di Indonesia sendiri peristiwa ini hampir sering terjadi.Kebanyakan disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau lempeng bawah permukaan menjadi tergeser sehingga menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor. Ada banyak hal lagi yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran. Baik itu diakibatkan oleh alam atau karena ulah manusia itu sendiri, diantaranya tingginya curah hujan,  jika musim penghujan dengan durasi lama maka akan terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Setelah penguapan maka akan muncul pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan di permukaan, saat hujan air akan menyusup ke bagian yang retak lalu air akan masuk sehingga terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor. Untuk pencegahan terjadinya longsor bisa dengan menggunakan pohon, karena akar pohon akan banyak membantu dengan cara menyerap air hujan sehingga bisa meminimalisir. 
Poin diatas merupakan beberapa penyebab terjadinya kelongsoran. Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian paling parah adalah korban jiwa, selain itu kerugian materi seperti kehilangan rumah, tanah, harta benda yang harus direlakan karena tetimbun oleh longsoran.Sangat jarang orang dalam longsor bisa menyelamatkan dirinya karena karena kecepatan tanah longsor diperkirakan kecepatannya bisa mencapai 100 km/jam kecepatan yang mustahil untuk lari bagi manusia tanpa peralatan. Selain itu setelah kejadian pun korban selamat tidak sedikit akan mengalami trauma yang mendalam. Jika mendengar suara gemuruh besar di dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah dataran stabil. Jangan pergi ke pinggir tebing atau jurang curam karena itu sama saja seperti bunuh diri. 




Struktur teks eksplanasi Tanah Longsor
Pernyataan Umum
            Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan / tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.Tanah longsor atau amblas secara garis besar bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya material tersebut. 
Sebab Akibat I
Di Indonesia sendiri peristiwa ini hampir sering terjadi, kebanyakan disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau lempeng bawah permukaan menjadi tergeser sehingga menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor.Ada banyak hal lagi yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran.
Baik itu diakibatkan oleh alam atau karena ulah manusia itu sendiri, diantaranya tingginya curah hujan,  jika musim penghujan dengan durasi lama maka akan terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.
Setelah penguapan maka akan muncul pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan di permukaan, saat hujan air akan menyusup ke bagian yang retak lalu air akan masuk sehingga terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor. Untuk pencegahan terjadinya longsor bisa dengan menggunakan pohon, karena akar pohon akan banyak membantu dengan cara menyerap air hujan sehingga bisa meminimalisir. 
Sebab akibat II
Poin diatas merupakan beberapa penyebab terjadinya kelongsoran. Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian paling parah adalah korban jiwa, selain itu kerugian materi seperti kehilangan rumah, tanah, harta benda yang harus direlakan karena tetimbun oleh longsoran.Sangat jarang orang dalam longsor bisa menyelamatkan dirinya karena karena kecepatan tanah longsor diperkirakan kecepatannya bisa mencapai 100 km/jam kecepatan mustahil untuk lari bagi manusia tanpa peralatan. Selain itu setelah kejadian pun korban selamat tidak sedikit akan mengalami trauma mendalam. Jika mendengar suara gemuruh besar di dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah dataran stabil. Jangan pergi ke pinggir tebing atau jurang curam karena itu sama saja seperti bunuh diri. 

10  kata istilah sulit dalam teks eksplanasi, makna dan kalimatnya
a)      Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur dan riwayat perkembangan bumi.
Kalimat : Geologi biasanya terjadi karena adanya pergerakan masa batuan/tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.
b)      Lempeng adalah barang yang pipih atau seperti bata tipis.
Kalimat : Gempa dapat sehingga mengerakkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau lempeng bawah pernukaan tergeser
c)      Elemen adalah alat pembangkit listrik secara kimia, unsur.
Kalimat : Tanah longsor dapat mengakibatkan permukaan elemen dan lempeng bawah tanah tergeser.
d)     Pemicualat yg memicu.
Kalimat : Faktor pemicu dapat menyebabkan pergerakan material tersebut.
e)      Lerengsisi (bidang, tanah) yg landai atau miring
Kalimat : Penduduk lereng merapi selalu mengungsi saat gunung merapi mengalami erupsi.
f)       Lateral : sebelah sisi
Kalimat : air akan masuk sehingga terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor.
g)      Gemuruhsuara sepeti guruh
Kalimat : Jika terdengar gemuruh besar sebaiknya warga segera lari kesekitar dataran rendah.
h)      Tanah bumi, dalam arti
Kalimat : Akibat longsor rumah warga menjdi tertimbun tanah.
i)        Gumpalanbungkah, kepal
Kalimat : Gumpalan tanah yang runtuh mengakibatkan rumah warga tertimbun longsor.
j)        Faktorsesuatu hal, keadaan, peristiwa dan sebagainya yang ikut menyebabkan pengaruh terjadinya sesuatu.
Kalimat : Banyak faktor yang mendsari terjadinya tanah longsor.




Konjungsi
ü  Atau
ü  Yang
ü  Dan
ü  Karena
ü  Jika
ü  Yaitu
ü  Sehingga

Kata kerja material dan relasional beserta contoh kalimatnya
a.       Mempengaruh
Kalimat : Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri.
b.      Menggerakkan
Kalimat : Longsor biasanya disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan lempeng bawah tanah.
c.       Mengakibatkan.
longsor  mengakibatkan elemen atau lempeng bawah permukaan menjadi tergeser.
d.      Menimbulkan
Kalimat : Tergesernya elemen atau lempeng bahwa permukaan bumi sehingga menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor.
e.       Memicu
Kalimat : Ada banyak hal yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran
f.       Menyebabkan
Kalimat : bencana tanah longsor menyebabkan warga kehilangan tanah dan rumahnya.
g.      Menggunakan
Kalimat : Salah satu cara mencegah terjadinya tanah longsor adalah menggunakan pohon.
h.      Membantu
Kalimat : para TNI membantu membersihkan tanah akibat longsor yang menimbun rumah-rumah  warga.
i.        Menyerap
Kalimat  : untuk mencegah terjadinya longsor kita dapat menggunakan pohon, karena pohon dapat membantu  menyerap air hujan
j.        Meminimalisi
Kalimat :  untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan pada saat berjalannya aksi demo para polisi berjaga di sekitar area demo.
k.      Menyelamatkan :
Kalimat : saat terjadi tanah longsor warga berlarian menyelamatkan diri dan harta bend mereka.
l.        Mengalami
Kalimat : banyak korban jiwa yang mengalami kerugian karena harta dan benda mereka tertimbun tanah longsor.

Kalimat Klausa Kompleks dan Klausa Simpleks
A.    Klausa Kompleks :
1.      Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan / tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.
2.      Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya material tersebut. 
3.      Kebanyakan disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau lempeng bawah permukaan menjadi tergeser sehingga menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor.
4.      Setelah penguapan maka akan muncul pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan di permukaan, saat hujan air akan menyusup ke bagian yang retak lalu air akan masuk sehingga terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor.

B.     Klausa Simpleks :
1.      Di Indonesia sendiri peristiwa ini hampir sering terjadi.
2.      Poin diatas merupakan beberapa penyebab terjadinya kelongsoran.
3.      Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian paling parah adalah korban jiwa.Lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor.



4.      Selain itu setelah kejadian pun korban selamat tidak sedikit akan mengalami trauma mendalam.
5.      Jika mendengar suara gemuruh besar di dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah dataran stabil.
Ringkasan Teks Eksplanasi
Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan / tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor atau amblas secara garis besar bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.
Ada banyak hal lagi yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran. Baik itu diakibatkan oleh alam atau karena ulah manusia itu sendiri, diantaranya tingginya curah hujan,  jika musim penghujan dengan durasi lama maka akan terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Untuk pencegahan terjadinya longsor bisa dengan menggunakan pohon, karena akar pohon akan banyak membantu dengan cara menyerap air hujan sehingga bisa meminimalisir.
Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian paling parah adalah korban jiwa, selain itu kerugian materi seperti kehilangan rumah, tanah, harta benda yang harus direlakan karena tetimbun oleh longsoran. Jika mendengar suara gemuruh besar di dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah dataran stabil.














Membuat Teks Ekspanasi Tanah Longsor
Tanah Longsor
Longsor adalah peristiwa alam yang disebabkan oleh pergeseran atau geseran atau gerakan tanah yang terjadi karena adanya masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe atau jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.
Secara garis besar longsor disebabkan karena dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya material tersebut.
Sebagian besar longsor di Indonesia disesbabkan karena gempa yang menggeserkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan lempeng bawah tanah pecah dan terjadinya longsor.
Dampak yang ditimbulkan karena bencana tanah longsor paling parah adalah korban jiwa, kehilangan tanah, rumah, harta benda dan masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan dan merugukan korbannya.
Banyaknya jatuh korban jiwa dikarenakan kecepatan tanah yang longsor bisa mencapai 100 km/jam. Sehingga tidak memungkinkan untuk lari dan bisa selamat dari bencana tanah longsor.